Searching...

Entri yang Diunggulkan

Paket Bulan Madu Kampung Sampireun 1 Malam 2 Hari

Untuk pasangan suami istri yang ingin melaksanakan Bulan Madu ke Garut akan tetapi hanya mempunyai waktu yang terbatas sehingga agak kerep...

Dokumentasi Paket Honeymoon HdG Garut

Sabtu, 20 Februari 2016

Paket Ketemu Ranjang Tidak Terlarang Semalam 2 Hari

Pernahkah anda mendengar kata 'pisah ranjang' atau malah sedang ataupun sudah mengalaminya ? Paket Bulan Madu Garut menyediakan salah satu Paket Wisata Unik untuk Pasangan yang ingin mengembalikan dan berusaha menumbuhkan kembali rasa saling percaya dan saling sayang bagi Pasutri yang sedang atau baru melalui masalah dan menyebabkan Pisah Ranjang.


Benarkah keluarga yang bahagia adalah keluarga yang bebas konflik/masalah? Tidak! Dalam kehidupan ini, masalah akan selalu ada. Keluarga yang bahagia ialah keluarga yang dapat mengelola setiap konflik yang muncul dalam keluarga mereka. Keluarga yang dibentuk oleh dua pribadi yang berbeda dan unik tentu memiliki perbedaan. Sebelum bertemu dan bersatu dalam pernikahan, masing-masing pribadi telah mengembangkan selera, kesukaan, kebiasaan, kesenangan, dan ketidaksenangan serta nilai-nilai hidup yang dipegang. Jadi, tidak masuk akal jika kita berpikir bahwa dalam keluarga segala sesuatu harus sama, dilakukan dengan cara dan waktu yang sama.







Masalah dalam Keluarga

Masalah rumah tangga sangat beragam, mulai dari yang dianggap sepele sampai dengan yang berat dan besar. Beberapa faktor yang memicu munculnya masalah keluarga antara lain berikut ini:
  • Kehadiran anak pertama yang membuat suami istri harus menata ulang ritme kehidupannya. Jika tidak siap akan memicu konflik dan ketegangan hubungan antara keduanya.Sang suami harus bekerja dua belas jam sehari, sedangkan sang istri harus tinggal di rumah mengurus anak dan rumah.
  • Sikap dan tindakan yang kurang berkenan terhadap keluarga dari pihak istri/suami.
  • Anak beranjak dewasa dan mulai sering meninggalkan rumah.
  • Masa pensiun tiba dan keduanya tinggal di rumah.
  • Yang seorang selalu memencet pasta gigi dari bawah, sedangkan yang lain selalu dari atas.
  • Saat berbicara, yang seorang senang bercerita panjang lebar, sedangkan yang lain memberikan garis besarnya saja.
  • Yang seorang perlu kamar yang benar-benar gelap untuk tidur, sedangkan pasangannya tidur dengan lampu menyala.
  • Yang seorang menganggap bahwa hubungan seksual hanya dapat dilakukan di tempat tidur dan di bawah selimut, sedangkan pasangannya menyukai variasi dan kreatif dalam melakukannya.
  • Yang seorang biasa menggantung baju di mana saja dia suka, sedangkan yang lain menata baju dengan gantungan berdasarkan warna dan adanya jarak antargantungan.
  • Ketika anak dalam keadaan sakit, yang seorang terlihat begitu gelisah, sedangkan yang lain tampaknya tenang-tenang saja.
  • Bagi suami istri yang sama-sama bekerja, perbedaan pendapatan atau penghasilan sering kali menjadi masalah, terutama jika pendapatan istri lebih besar dari  pendapatan suami.










Faktor Pemicu Masalah Keluarga

Mengenai masalah dalam rumah tangga, Bernard Wiese dan Urban Steinmetz berkata,

"Ketidaksesuaian pendapat tak terelakkan dalam suatu pernikahan dan kehidupan keluarga. Kadang kala, masing-masing pribadi dapat menjadi pesaing, seperti juga penolong dan pelengkap bagi pasangannya. Setiap pasangan harus menghindari sikap menjauhkan diri yang sering muncul ketika konflik terjadi; dan membenahi hubungan mereka supaya tidak ada lagi sakit hati, keinginan untuk saling membalas, atau saling menuduh. Untuk dapat mencapai hal itu, perbedaan-perbedaan harus didiskusikan secara terbuka sehingga komunikasi yang baik dapat dipulihkan. Reaksi kemarahan memang tak dapat dihindari dalam kehidupanseseorang, tetapi yang paling penting adalah apa yang diperbuat seseorang dengan amarahnya itu." 








Sedangkan H. Norman Wright, seorang konselor keluarga dan pernikahan, menyatakan bahwa ada tiga faktor yang berubah pada lembaga pernikahan, yang dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan rumah tangga, yaitu:
  1. Berkurangnya saling pengertian di antara pasangan yang menikah. Masalah utama dalam pernikahan sebenarnya bukan seks, uang, dan anak-anak. Ketiga hal itu dapat menimbulkan masalah, tetapi ada faktor lain yang lebih berpengaruh -- hilangnya/lemahnya komunikasi antara suami dan istri. Norman Wright setuju bahwa hilangnya komunikasi adalah inti masalah di balik meroketnya angka perceraian di masyarakat lebih banyak disebabkan lemahnya komunikasi dan kemampuan dalam mengelola konflik. Komunikasi keluarga yang tersumbat ini menghancurkan kehangatan rumah tangga dan mendinginkan suasana hubungan antar pribadi dalam keluarga. Keluarga yang kehilangan keterampilan berkomunikasi cenderung mudah mengalami konflik karena tidak adanya saling pengertian, demi terwujudnya pernikahan yang kuat dan bertumbuh. Konflik yang tidak dikelola dan diselesaikan dengan baik pun menjadi seperti api dalam sekam, atau bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu dengan dampak yang tidak terkendali. Karena itu, perlu ada sikap saling mengerti. Walaupun ada perbedaan, cobalah untuk membicarakan dan memahaminya dengan baik.
  2. Hilangnya tekad untuk mempertahankan pernikahan. Sekarang ini, banyak orang yang memasuki pernikahan dengan sikap mudah menyerah. Jika tidak cocok, hubungan dapat diakhiri dan mencoba lagi dengan orang lain. Banyak orang yang sangat tidak sabar dengan hidup pernikahan mereka. Mereka tidak ingin berjuang untuk mempertahankan pernikahan, dan memilih "cara cepat" untuk mengakhiri persoalan.
  3. Berkembangnya harapan-harapan yang tidak realistis terhadap pernikahan. Banyak pasangan muda dibutakan oleh harapan-harapan yang tidak realistis ketika memasuki pernikahan. Mereka berpikir bahwa pernikahan yang bahagia ditandai dengan cinta romantis yang tidak pernah surut, pasangan dapat memenuhi semua keinginannya, pasangan selalu sejalan dengan pikiran dan kemauannya, ekonomi keluarga stabil bahkan berkelebihan, dsb.. Mereka mencari sesuatu yang "ajaib" dalam pernikahan, tanpa menyadari bahwa keberhasilan pernikahan membutuhkan kerja sama mereka berdua.








Bagaimana Mengatasi Masalah dalam Keluarga?

Salah satu kunci keberhasilan dalam keluarga ialah kemampuan mengatasi setiap permasalahan sehingga setiap anggota keluarga dapat memainkan perannya secara optimal. Kuasailah masalah dan carilah solusi bersama atas masalah tersebut. Ini bukan hal yang mudah, tetapi harus diupayakan. Cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah keluarga dapat memicu terciptanya proses pertumbuhan.

Waktu dan tempat yang mendukung terciptanya suasana saling pengertian sangat berpengaruh untuk melaksanakannya, menentukan dan memilih jalan berdua dan melaksanakan Paket Wisata Ketemu Ranjang tidak Terlarang bisa menjadi pilihan tepat bagi anda yang akan, sedang atau telah mengalami 'suasana pisah ranjang' dengan pasangan.

Dalam Paket Wisata Ketemu Ranjang tidak terlarang kami akan berusaha maksimal untuk membantu anda dan pasangan untuk  mengembalikan cinta yang hilang, menerbangkan amarah, mengulang manis keberhasilan dan Indahnya kegagalan.

Lokasi dan tempat menginap bisa disesuaikan dengan keinginan pasangan yang akan mencoba Paket Wisata Unik ini dengan berbagai varian pilihan dari mulai yang ekonomis, medium sampai dengan tempat menginap yang ekslusif, kami akan menyampaikan detail itinerary dan persiapan apa yang harus anda bawa untuk mendukung suksesnya pelaksanaan wisata ini.

Pilihan Rentang Waktu Menginap :
  • Semalam 2 Hari
  • Dua Malam 3 Hari 
Harga Paket Ketemu Ranjang Tidak Terlarang :
  • Start dari 1 Jutaan

1 komentar:

  1. Kang, paket ranjang-kusut-masai-karena-tidak-keluar-kamar ada gak?

    BalasHapus

Entri Populer

 
Back to top!